Relawan PMI tergabung dalam Korps Sukarela, yang baisanya disingkat KSR yang tersebar di berbagai universitas atau sekolah tinggi baik swasta maupun negeri. yang ada di seluruh indonesia. khusunya di kota makassar kali ini, saya akan membahas tentang keakraban anggota atau relawan yang tergabung dalam setiap KSR i kampus masing-masing dimulai JUMBARA PMR TINGKAT NASIONAL KE VIII di kabupaten pangkajene dan kepulauan. di Prov, Sulawesi selatan. Panitia yang saat itu adalah pengurus PMI Prov. Sulsel menginstruksikan kepada setiap unit agar menugaskan lima orang anggotanya untuk di jadikan sebagai panitia liaison officer atau pendamping kontingen. Nah disinilah semua berawal, dimulai hari pertama tiba dilokasi jumbara tepatnya di tonasa 1 balocci, pangkep, kocar-kacir panitia LO diterjunkan membantu panitia teknis mendirikan tenda, setiap kontingen diberikan 1 kapling, dan di dalam 1 kamplint itu terdapat 5 tenda, kampling yang harus didirikan tendanya sekitar 33 kampling,
Disnilah terjalin persahabatan yang begitu erat antara panitia, ada yang cinta lokasi, cita monyet, dan cinta-cintaan, hehehehe.... berbagai kisah menarik terjadi di sana, dimulai dari tidur bareng, ada yang mandi bareng ( no negatif ) bahkan mandinya di mesjid,
kisah unik lainya yakni dengan kontingen masing-masing, nah ini kalo saya mendampingi kontingen sumatera barat, ketua kontingennya itu udah dayat, inspirator sekali orangnya.,sibuk-sibuknya LO dengan kontingen masing-masing sampai-sampai mencari bambu dan kayu balok untuk banguna rumah adat kontingen.. disini yang sangat terkesan buat saya ketika orang minag dengan logat padangnya tawar menawar dengan orang pangkep yg berlogat makassar.
Hari berganti begitu cepat sehingga tidak terasa jumbara pun terlewatkan, segala aktifitas kembali ke makassar, dengan hiruk pikuk di metropolitan terbesar di kawasan Indtim, kebersamaan di pangkep terbawa terus menerus seolah-olah bagaikan penyakit tipes yang tidak pernah hilang jika satu kali terjangkit.. hehehe... sebenarnya cerita ini tiak sesimpel ini sih.., tapi hanya sulit bagi saya untuk merangkaikan kata-kata yang cocok aja..
berselang beberapa hari rumah kos saya sendiri, semakin ramai aja di kunjungi.. setiap malam ngumpul makan, tidur cerita.. bercanda sampai rusak bedku, hingga akhirnya terbentuklah The Passimbung dengan markasnya kosku (kamar) nama kosku pun diganti menjadi Benhill hehehe... semua kegiatan yang berhubungan kemanusiaan diatur dan ddibahas di benhill sebelum di lemparkan ke dalam forum, yupss perlu diketahui kalo semua KSR di setiap kampus itu di koordinatori oleh forum komunikasi, mulai dari jenjang pusat, daerah dan cabang, untuk kota makassar namanya DPC FORKOM KSR PT KOTA MAKASSAR, nah koordinatornya adalah bang Irfan jaya dari KSR-PMI Unit STMIK Dipanegara, Sekretaris Elsa dari KSR-PMI Unit Poltekkes Kemenkes, sedangkan bendaharanya yang tak lain adalah teman kelasku Hardianti dari KSR-PMI Unit STIKES NH,
Kebersamaan dan semangat kami sebenarnya penuh tantangan yang pertama kebanyakan dari kami adalah mahasiswa semester AKHIR, saya sendiri semester 7, tahun ini enah benar atau tidak saya akan wisuda (.? ) dan salah satu tantangan yang palin berat adalah berkurangnya pengenalan antar unit dengan unit lain, sehingga muncul kekhawatiran setelah jamanya kami red, tidak ada lagi perkumulan serupa., apalagi segera akan di adakan temu bhakti relawan PMI dimana kota makassar sebagai tuan rumah.
ada beberapa problem yang terjadi di dalam internal Forkom kota makassar dimulai dari banyaknya program kerja yang belum terlaksana, keluhan dari masing-masing unit, belum diakuinya FORKOM secara keseluruhan oleh PMI dan adanya wacana untuk di bubarkannya forkom cabang kota makassar hal ini dikarenakan tidak adanya kepuasan terhadap kinerja dan eksistensi forkom kota makassar sendiri,
Bersambung_
Bersambung_

