Jumat, 20 Januari 2017

Volunteers Dalam Cerita

Relawan PMI tergabung dalam Korps Sukarela, yang baisanya disingkat KSR yang tersebar di berbagai universitas atau sekolah tinggi baik swasta maupun negeri. yang ada di seluruh indonesia. khusunya di kota makassar kali ini, saya akan membahas tentang keakraban anggota atau relawan yang tergabung dalam setiap KSR i kampus masing-masing dimulai JUMBARA PMR TINGKAT NASIONAL KE VIII di kabupaten pangkajene dan kepulauan. di Prov, Sulawesi selatan. Panitia yang saat itu adalah pengurus PMI Prov. Sulsel menginstruksikan kepada setiap unit agar menugaskan lima orang anggotanya untuk di jadikan sebagai panitia liaison officer atau pendamping kontingen. Nah disinilah semua berawal, dimulai hari pertama tiba dilokasi jumbara tepatnya di tonasa 1 balocci, pangkep, kocar-kacir panitia LO diterjunkan membantu panitia teknis mendirikan tenda, setiap kontingen diberikan 1 kapling, dan di dalam 1 kamplint itu terdapat 5 tenda, kampling yang harus didirikan tendanya sekitar 33 kampling, 

Disnilah terjalin persahabatan yang begitu erat antara panitia, ada yang cinta lokasi, cita monyet, dan cinta-cintaan, hehehehe....  berbagai kisah menarik terjadi di sana, dimulai dari tidur bareng, ada yang mandi bareng ( no negatif ) bahkan mandinya di mesjid, 

kisah unik lainya yakni dengan kontingen masing-masing, nah ini kalo saya mendampingi kontingen sumatera barat, ketua kontingennya itu udah dayat, inspirator sekali orangnya.,sibuk-sibuknya LO dengan kontingen masing-masing sampai-sampai mencari bambu dan kayu balok untuk banguna rumah adat kontingen.. disini yang sangat terkesan buat saya ketika orang minag dengan logat padangnya tawar menawar dengan orang pangkep yg berlogat makassar.

Hari berganti begitu cepat sehingga tidak terasa jumbara pun terlewatkan, segala aktifitas kembali ke makassar, dengan hiruk pikuk di metropolitan terbesar di kawasan Indtim, kebersamaan di pangkep terbawa terus menerus seolah-olah bagaikan penyakit tipes yang tidak pernah hilang jika satu kali terjangkit.. hehehe... sebenarnya cerita ini tiak sesimpel ini sih.., tapi hanya sulit bagi saya untuk merangkaikan kata-kata yang cocok aja.. 

berselang beberapa hari rumah kos saya sendiri, semakin ramai aja di kunjungi.. setiap malam ngumpul makan, tidur cerita.. bercanda sampai rusak bedku, hingga akhirnya terbentuklah The Passimbung dengan markasnya kosku (kamar) nama kosku pun diganti menjadi Benhill hehehe... semua kegiatan yang berhubungan kemanusiaan diatur dan ddibahas di benhill sebelum di lemparkan ke dalam forum, yupss perlu diketahui kalo semua KSR di setiap kampus itu di koordinatori oleh forum komunikasi, mulai dari jenjang pusat, daerah dan cabang, untuk kota makassar namanya DPC FORKOM KSR PT KOTA MAKASSAR, nah koordinatornya adalah bang Irfan jaya dari KSR-PMI Unit STMIK Dipanegara, Sekretaris Elsa dari KSR-PMI Unit Poltekkes Kemenkes, sedangkan bendaharanya yang tak lain adalah teman kelasku Hardianti dari KSR-PMI Unit STIKES NH,

Kebersamaan dan semangat kami sebenarnya penuh tantangan yang pertama kebanyakan dari kami adalah mahasiswa semester AKHIR, saya sendiri semester 7, tahun ini enah benar atau tidak saya akan wisuda (.? ) dan salah satu tantangan yang palin berat adalah berkurangnya pengenalan antar unit dengan unit lain, sehingga muncul kekhawatiran setelah jamanya kami red, tidak ada lagi perkumulan serupa., apalagi segera akan di adakan temu bhakti relawan PMI dimana kota makassar sebagai tuan rumah.

ada beberapa problem yang terjadi di dalam internal Forkom kota makassar dimulai dari banyaknya program kerja yang belum terlaksana, keluhan dari masing-masing unit, belum diakuinya FORKOM secara keseluruhan oleh PMI dan adanya wacana untuk di bubarkannya forkom cabang kota makassar hal ini dikarenakan tidak adanya kepuasan terhadap kinerja dan eksistensi forkom kota makassar sendiri,

Bersambung_

Sabtu, 07 Januari 2017

Fakta Golongan Darah

                  

di Indonesia, kita masih sering mendengar/mempercayai mitos-mitos atau salah paham tentang golongan darah, seperti : "Golongan darah anak harus sama dengan golongan darah salah satu orangtua" "Golongan darah anak perempuan ikut ayah, golongan darah anak laki-laki ikut ibu" "Golongan darah O lebih kuat daripada golongan darah lain" "Darah yang berwarna gelap berarti golongan darah O" Tidak ada satupun mitos di atas yang benar. Salah satu komplikasi dari mitos ini adalah memicu pertengkaran suami isteri jika memiliki anak yang berbeda golongan darah dengan salah satu atau kedua orangtuanya ; sang suami mencurigai sang isteri, atau menuduh sang isteri telah berselingkuh. Sebenarnya pemahaman terhadap golongan darah telah kita pelajari di bangku SMA, tapi banyak di antara kita yang melupakannya dan akhirnya sebagian dari kita terpengaruh oleh mitos-mitos yang ada. A, B, O, AB Ada beberapa sistem penggolongan darah. Yang paling umum dipakai  adalah sistem ABO dan sistem Rhesus.. Golongan darah kita ditentukan oleh perpaduan gen yang diwariskan oleh ayah dan gen yang diwariskan oleh ibu kita. Pewarisan gen yang menentukan golongan darah mengikuti hukum Mendel. Jenis gen yang diwariskan itu disebut genotip (genotype), terdiri dari genotip A, B, dan O. Perpaduan gen O dan gen O menghasilkan golongan darah O. Perpaduan gen A dan gen O menghasilkan golongan darah A. Perpaduan gen A dan gen A menghasilkan golongan darah A. Perpaduan gen B dan gen O menghasilkan golongan darah B. Perpaduan gen B dan gen B menghasilkan golongan darah B. Perpaduan gen A dan gen B menghasilkan golongan darah AB. Dengan kata lain : Jika kita bergolongan darah    O, kita hanya mempunyai gen O. Jika kita bergolongan darah    A, kita mungkin mempunyai gen A saja, atau mempunyai gen A dan gen O. Jika kita bergolongan darah    B, kita mungkin mempunyai gen B saja, atau mempunyai gen B dan gen O. Jika kita bergolongan darah AB, kita mempunyai gen A dan gen B. Orang yang bergolongan darah A, jika menerima gen A dan gen A dari kedua orangtuanya, disebut homozigot ; jika menerima gen A dan gen O dari kedua orangtuanya, disebut heterozigot. Orang yang bergolongan darah B, jika menerima gen B dan gen B dari kedua orangtuanya, disebut homozigot ; jika menerima gen B dan gen O dari kedua orangtuanya, disebut heterozigot. Orang yang bergolongan darah O hanya mewariskan gen O untuk keturunannya. Orang yang bergolongan darah A bisa mewariskan gen A atau gen O untuk keturunannya. Orang yang bergolongan darah B bisa mewariskan gen B atau gen O untuk keturunannya. Orang yang bergolongan darah AB bisa mewariskan gen A atau gen B untuk keturunannya. Oleh karena itu : Orangtua golongan   O dan O, menghasilkan anak golongan O. Orangtua golongan   O dan A, menghasilkan anak golongan O atau golongan A. Orangtua golongan   O dan B, menghasilkan anak golongan O atau golongan B. Orangtua golongan O dan AB, menghasilkan anak golongan A atau golongan B. Orangtua golongan    A dan A, menghasilkan anak golongan A atau golongan O. Orangtua golongan.  A dan B, menghasilkan anak golongan A atau golongan B atau golongan AB atau golongan O. Orangtua golongan A dan AB, menghasilkan anak golongan A atau golongan AB atau golongan B. Orangtua golongan    B dan B, menghasilkan anak golongan B atau golongan O. Orangtua golongan B dan AB, menghasilkan anak golongan A atau golongan AB atau golongan B. Orangtua golongan AB dan AB, menghasilkan anak golongan A atau golongan B atau golongan AB. Jika kita sudah mengerti semua penjelasan di atas, kita tahu bahwa golongan darah anak tidak selalu sama dengan salah satu orangtua, kecuali untuk pasangan O dan O, pasangan O dan A, dan pasangan O dan B. Kuat tidaknya seseorang sama sekali tidak ditentukan oleh golongan darah. Ada banyak faktor yang menentukan kesehatan fisik kita, termasuk kadar Haemoglobin (Hb), jumlah sel darah merah (Eritrosit), jumlah dan komposisi sel darah putih (Lekosit), jumlah sel darah pembeku (Trombosit), dan masih banyak  indikator lain yang menentukan kesehatan seseorang. Yang jelas, golongan darah tidak menentukan sehat tidaknya seseorang. Sebagian orang  masih percaya pada mitos bahwa darah yang berwarna merah gelap berarti golongan darah O. Ini sepenuhnya salah. Warna darah sangat ditentukan oleh kadar Hb, jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih, kadar gula darah dan lain-lain, termasuk racun rokok. Warna darah tidak menentukan golongan darah. Rhesus : Rh+ atau Rh- Sistem lain yang sangat penting adalah sistem Rhesus. Penggolongan jenis ini didasarkan atas ada tidaknya antibodi kita terhadap sejenis protein dalam darah kera spesies Macacus rhesus. Jika darah seseorang bereaksi (membentuk gumpalan), ia tergolong Rhesus positif (Rh+). Jika darah seseorang tidak bereaksi, ia tergolong Rhesus negatif (Rh-). Mayoritas ras kita bergolongan Rh+. Tapi penggolongan ini hanya bisa dipastikan dari pemeriksaan darah seperti halnya golongan ABO. Sistem ABO dan Rhesus sudah menjadi standar penggolongan darah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sehingga lengkapnya kita mengenal golongan-golongan darah sebagai berikut : Golongan O, Rh+ Golongan O, Rh- Golongan A, Rh+ Golongan A, Rh- Golongan B, Rh+ Golongan B, Rh- Golongan AB, Rh+ Golongan AB, Rh- Orang yang bergolongan Rh- tidak boleh menerima darah bergolongan Rh+, karena bisa menimbulkan efek fatal/kematian. Jadi, walaupun penerima dan donor sama-sama bergolongan A, sama-sama bergolongan B, sama-sama bergolongan O, sama-sama bergolongan AB, tapi penerima bergolongan Rh- tidak boleh menerima donor yang bergolongan Rh+ ; hanya boleh menerima donor yang juga bergolongan Rh-. Sedangkan penerima yang bergolongan Rh+ boleh menerima donor bergolongan Rh-. Golongan darah : Jangan asal tebak di KTP Dalam kenyataan sehari-hari, di Indonesia masih sangat banyak orang yang tidak pernah memeriksa golongan darahnya. Banyak di antara kita yang asal menebak golongan darah ketika harus mengisi data resmi seperti di KTP (Kartu Tanda Penduduk). Sesungguhnya hal ini sangat berbahaya. Jika di suatu saat kita membutuhkan darah donor, ketidakcocokan darah kita dengan darah donor bisa menimbulkan efek fatal/kematian. Saat ini hampir semua puskesmas dan bidan desa di seluruh Indonesia telah dilengkapi dengan alat dan bahan pemeriksaan golongan darah. Mengingat pentingnya kita mengetahui golongan darah kita, ada baiknya setiap orang di negeri  ini mengetahui golongan darah masing-masing. Pemeriksaan golongan darah hanya butuh waktu singkat, tidak lebih dari 15 menit. Saat ini biaya pemeriksaan golongan darah di fasilitas laboratorium swasta berkisar antara Rp35.000,- sampai Rp50.000,-. Golongan darah kita bersifat tetap, tidak bisa berubah-ubah. Jika seseorang pernah mendapati golongan darahnya berbeda dalam dua kali pemeriksaan, berarti ada salah satu pemeriksaan yang salah. Semoga penjelasan di atas bisa memberikan kita pemahaman yang benar tentang golongan darah. Periksa dan ketahuilah golongan darah kita masing-masing.

Dikutip dari: dr.Kosasi

Rabu, 04 Januari 2017

Mahasiswa, dan tipenya

Mahasiswa merupakan makhluk terpelajar di perguruan tinggi yang memiliki karakter serta keunikan bermacam-macam dan sangat berbeda dengan kelompok masyarakat pada umumnya, mahasiswa yang benar-benar memiliki jiwa kemahasiswaan akan nampak berbeda. Dimana mahasiswa sering diidentikkan dengan sebutan agent of changeiron stocksocial control atau sebutan lainnya yang diharapkan selalu mampu berada digarda terdepan dengan gerakan-gerakan massif dan progressifnya. Biasanya mahasiswa lebih peka terhadap lingkungan, kritis terhadap apapun yang mereka alami, dan mereka juga terkadang mampu membawa perubahan pada lingkungannya tersebut. Namun, tidak semua mahasiswa bisa berbuat demikian. Tidak sedikit pula ada mahasiswa yang bahkan menjadi cibiran dalam lingkungan mereka sendiri, karena tidak mampu memberikan kontribusi seperti yang masyarakat harapkan.

tipe-tipe mahasiswa di dalam kampus, berimplikasi besar pada kehidupan mahasiswa di masyarakat luar. Kali ini saya mencoba mendeskripsikan beberapa tipe mahasiswa berdasarkan pengalaman dan pengetahuan di kampus.


Mahasiswa Perfeksionis
Mahasiswa yang menuntut kesempurnaan dalam segala hal dalam semua aspek kehidupan baik di kampus maupun diluar, tipe mahasiswa seperti ini sangat anti sama nilai B, C, apalagi D atau E, karena mahasiswa tipe perfeksionis jarang mendapat nilai tersebut. 

Mahasiswa Idealis
Tipe mahasiswa idealis memiliki ciri-ciri kurang lebih seperti ini: punya cita-cita tinggi, berkarakter, teguh pendirian, jujur dan selalu mengacu kepada sumber kebenaran serta norma-norma yang ada. Mahasiswa tipe ini akan berani menentang kebijakan lembaga ataupun pemerintah yg mereka rasa tidak sesuai dan terkesan menguntungkan atau merugikan salah satu pihak.
Mahasiswa Dinamis
Penuh semangat, berambisi, cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar. Adaptasi yang cepat memudahkan mahasiswa tipe ini untuk mendapat perhatian dari teman2 dan dosen karena kehidupan mereka yang mengandung dinamika.
Mahasiswa Sosialistis
Sedikit berbeda dengan makna mahasiswa sosialis yg menganut paham sosialisme atau anti kapitalis. Mahasiswa sosialistis merupakan sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi dan bersifat memihak kepada kepentingan masyarakat kampus dibanding kepentingan golongan bahkan kepentingan pribadinya. Biasanya mahasiswa seperti ini akan selalu up to date mengenai info tentang perkembangan kampus, perkuliahan, kehadiran/ketidakhadiran dosen, kemudian menyebarkannya via jarkom (jaringan komunikasi). Namun sayangnya, tipe seperti ini sering dimanfaatkan oleh mahasiswa lain.
Mahasiswa Aktivis
Aktif diberbagai kegiatan dan organisasi intra kampus maupun ekstra kampus. Ada ungkapan khusus yg disematkan pada tipe mahasiswa ini yaitu “banyak organisasi, banyak relasi, banyak koneksi, banyak rezeki”. Tidak jarang mahasiswa tipe ini melalaikan sisi akademisi demi organisasi dan sering berbaur di setiap organisasi kampus.
Mahasiswa Skeptis dan Kritis
Mahasiswa tipe ini tidak gampang untuk dipengaruhi, mereka memiliki penganalisaan yang tajam terhadap suatu masalah dan bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan.

Mahasiswa Humoris
Mahasiswa tipe humoris adalah tipe mahasiswa yang terbuka, suka bergaul dan dan menjadi mahasiswa yang paling dikenal di kampus.
Mahasiswa Agamis
Mahasiswa Agamis adalah tipe mahasiswa yang mementingkan akhirat dari duniawi, baginya segala sesuatu sudah diatur yg maha kuasa, mahasiswa tipe ini akan gampang diketahui ketika saat perkuliahan lalu tiba-tiba mereka mohon izin menunaikan sholat, kebanyakan dari mahasiswa ini bergabung dlm organisasi keagamaan di kampus.
Mahasiswa Marjinalis
Keberadaannya saat ini mulai berkurang, namun di kampus2 besar eksistensinya masih tetep dominan. Mahasiswa ini terpinggirkan dari kehidupan mahasiswa pada umumnya. Contoh dari mahasiswa marjinalis antara lain, memiliki hobi yg berbeda dgn mahasiswa pd umumnya, gaya hidup kurang sesuai dengan lingkungan dan masyarakat kampus, lebih suka menyendiri, pendiam dan tertutup. Dan menjadi bahan candaan atau olok-olokan.
Mahasiswa Narsis
Mahasiswa tipe ini sering menjadi mahasiswa atau mahasiswi selebriti di kampus, disetiap sudut kampus ada fotonya mahasiswa tipe ini jarang berorganisasi.
Mahasiswa Oportunis
Kalau Soe Hok Gie mengatakan “ada dua pilihan menjadi manusia di Indonesia yakni idealis atau apatis”. Namun, saat ini kita juga bisa menambahkan salah satu tipe lagi di antara dua tipe tadi yakni tipe oportunis. Begitupun di kalangan mahasiswa, tidak sedikit mahasiswa mempunyai sifat oportunis dalam kehidupannya, bahkan boleh dibilang tipe ini yang paling banyak. Mahasiswa oportunis merupakan tipe mahasiswa yang mengambil kesempatan yang paling menguntungkan bagi dirinya tanpa memperhatikan kawan dan lingkungannya.
 Mahasiswa Apatis
Apatis menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti acuh tak acuh, tak peduli, masa bodoh. Dilihat dari pengertiannya ternyata sifat ini kurang baik bahkan tidak baik untuk dimiliki oleh seseorang apalagi seorang mahasiswa. Mahasiswa yang apatis tidak mau tahu urusan di sekelilingnya apalagi memikirkannya. Hal ini disebabkan beberapa hal, misalnya mahasiswa cenderung apatis ketika ia berada di lingkungan yg nyaman (comfort zone) di mana segala kebutuhannya terpenuhi. Sifat apatis sangat berbahaya jika dimiliki oleh seorang mahasiswa. Mahasiswa yang apatis cenderung manghindar dari konflik sosial yang mengelilinginya. Mahasiswa apatis tidak peduli permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di sekelilingnya. Bagi mereka tugas sehari-hari sebagai mahasiswa adalah kuliah, Kos, Kampung. 
Mahasiswa Hedonis
Perilaku hedonis dengan budaya konsumerisme sudah tidak terbantahkan lagi telah menjalar kepada mindset mahasiswa saat ini dikarenakan invasi luar biasa dari teknologi, sikap ini sering dilakukan para mahasiswa dengan mengatasnamakan modernitas dan life style seakan-akan menyempurnakan sikap dan kondisi mahasiswa saat ini yaitu apatis dan hedonis. Tipe mahasiswa hedonis biasanya selalu up date dengan gadget terbaru, mode pakaian terbaru, terkadang autis dengan gadget miliknya, sedikit tertutup dan tentunya glamour. Walaupun mayoritas mahasiswa saat ini memiliki gejala hedonis, namun saya tetap berharap masih ada yg tetap berpegang teguh pada karakter dan jati diri sebagai mahasiswa sejati.
Mahasiswa itu masa depan bangsa, generasi intelektual yang berjiwa militan dengan semangat idealis, berorganisasilah sebagai mahasiswa, tipe apakah anda sebagai mahasiswa.?